Ternak Pedaging Lokal Indonesia+62admin@pusatstudipedaging.com

Diskusi Tentang Perekonomian Peternak Rakyat Bersama Prof Wim Heijman (Wageningen University & Research)

Diskusi Bersama Prof Wim

Kegiatan ini mengangkat tema “Perekonomian Peternak Rakyat Sapi Potong di Jawa Timur”. Adapun salah satu narasumber adalah Prof. Wim Heijmen dari Wageningen University, Belanda dengan fokus studi ekonomi pertanian. Tim Riset Grup membahas permasalahan yang terjadi di Industri Sapi Potong di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Adapun permasalahan yang sangat kompleks ini salah satunya dipicu dari pola pikir masyarakat peternak dan latar belakang perekonomian peternak. Skala kepemilikan sapi potong  yang dikategorikan peternakan rakyat/small holder atar 3-6 ekor per kepala keluarga, dimana mereka terhimpun dalam kelompok ternak. Sebagian besar tujuan pemeliharaan sapi potong adalah untuk investasi jangka pendek atau sebagai tabungan yang sewaktu-waktu bisa mereka gunakan untuk kebutuhan hidup sepert biaya sekolah anak.

Jika melihat dari faktor pakan, potensi pakan ternak sapi potong di Indonesia khususnya di Jawa Timur sangat baik dan beragam meliputi hijauan pakan ternak, rumput dan legum serta limbah pertanian. Hanya saja kendala pakan yang dihadapi peternak adalah perubahan musim dan ketidakastian cuaca yang berbeda dari tahun ke tahun, menyebabkan pola produksi hijauan pakan ternak fluktuatif. Pendampingan yang baik dari instansi pemerintah seperti Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan pihak Universitas dapat membantu memberikan edukasi kepada peternak dan memberikan solusi dari kesulitan yang mereka hadapi.

Gross Domestic Product (GDP) di Indonesia berasal dari dua sektor yaitu Sektor peternakan pertanian dan sektor non pertanian meliputi pertambangan, pelayanan, konstruksi dan komunikasi. Total produksi daging di Indonesia yang berasal dari daging unggas sekitar 65%; daging sapi 20%; daging domba 9%. Di Jawa Timur industri sapi potong didominasi oleh small holder farmer dan selebihnya adalah peternakan feedlot. Jenis sapi yang dipelihara oleh peternak rakyat di Jawa Timur antara lain sapi Limousin, Simmental, Angus, Peranakan Ongole, dan Brahman Cross.

Dilihat dari kacamata peternak lokal, sapi persilangan memiliki nilai ekonomi yang lebih menguntungkan daripada sapi lokal. Dengan mempertimbangkan jenis dan jumlah pakan yang sama, sapi persilangan memiliki pertambahan bobot badan harian yang lebih tinggi dibandingkan sapi lokal. Berdasarkan data, sapi Madura memiliki PBB 0,31-0,7 kg/ekor/hari; sapi Limousin memiliki PBB 0,75-1,1 kg/ekor/hari dan Simmental 1,1-1,3 kg/ekor/hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *